• Email: kampus@unindra.ac.id
icon

Kampus A (Ranco)

(021) 7818718 – 78835283
icon

Kampus B (Gedong)

(021) 87797409 – 87781300

Dosen dan Mahasiswa Unindra dalam Wisata Kebhinekaan Kunjungi Tempat Ibadah di Jakarta

Dosen dan Mahasiswa Unindra dalam Wisata Kebhinekaan Kunjungi Tempat Ibadah di Jakarta

Dosen dan Mahasiswa Unindra dalam Wisata Kebhinekaan Kunjungi Tempat Ibadah di Jakarta

LasserNewsToday, Jakarta - Para Dosen dan Mahasiswa Universitas Indraprasta (Unindra)PGRI melakukan kegiatan mengunjungi tempat Ibadah yang ada di Kota Jakarta dalam kegiatan Wisata Kebhinekaan. Kunjungan wisata kebhinekaan ini dilakukan dengan mengunjungi Mesjid Istiqlal, Gereja Katedral,Pura Tri Shakti, Kuil Sin Bio dan GBIP PNiel pada Jum’at 3 Mei 2019.

Sebanyak 194 Orang perserta yang turut serta dalam wisata kebhinekaan ini diantaranya, 16 orang Dosen dan 178 orang mahasiswa dari berbagai jurusan.

Santyo S.H,M.Hum selaku Koodinator Wisata Kebhinekaan yang juga Ketua Pusat Pengkajian Pancasila dari Unverisitas Indraprasta PGRI menuturkan, kegiatantersebut diikuti 194 Orang yang terdiri dari 16 orang Dosen Unindra dan 178 Orang mahasiswa.

“Kegiatan ini diikuti 194 orang seluruhnya termasuk dosen dan mahasiswa,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa tujuan adanya kegiatan Wisata kebhinekaan ini adalah untuk mengajak seluruh mahasiswa maupun para dosen melihat secara langsung bahwa menjadi fakta di negara ini memiliki berbagai keberagaman dan harus mempertebal rasa toleransi kesatuan NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika.

“Menjadi sebuah fakta bahwa di negara kita Republik Indonesia memiliki keberagaman, dan kita harus mempertebal rasa toleransi kesatuan NKRI, Pancasila dan Kebhinekaan,” ujar Santyo.

Merupakan suatu kewajiban bagi kita, tutur Santyo melanjutkan, untuk terus memantulkan rasa persatuan dan kebangsaan serta kebhinekaan dalam satu frame NKRI. “Dengan menyadari pentingnya hal tersebut maka kegiatan ini dinamakan wisata kebhinekaan” sebutnya.

Dikatakannya, Melihat kondisi yang ada saat ini yang harus dilakukan adalah memberikan pemahaman pentingnya rasa persatuan dan kesatuan dari berbagai keyakinan tetap dalam kebhinekaan. Menyikapi pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dalam lingkaran kebhinekaan maka sebgai koordinator di wisata kebhinekaan ini mengajak civitas Unindra, baik dari dosen maupun mahasiswa untuk bagaimana kita melihat ada keyakinan yang lain sebagai sebuah fakta.

“Kali ini wisata kebhinekaan dilakukan dengan mengunjungi tempat-tempat ibadah, dan tempat ibadah yang dikunjungi bukan untuk beribadah namun untuk mengetahui apa apa yang ada didalam tempat ibadah yang memiliki sejarah itu. tak terlepas tujuan utama adalam mengembangkan rasa ke bhinekaan” terangnya.

Santyo menambahkan, Inisiator kegiatan wisata kebhinekaan ini sudah ada sejak lama, dimulai dari dosen PPKN dan mahasiswa,pada bulan Januari yang lalu. Animo dari kegiatan ini cukup besar, selain dosen PPKN juga diikuti oleh dosen2 prodi lainnya.

 

 

“Kegiatan ini dilakukan oleh dosen -dosen didukung oleh mahasiswa khususnya di bidang PPKN. Kegiatan semacam ini merupakan kegiatan rutin yang akan terus dilaksanakan dan menjadi Program dari Unindra” ucap Santyo.

Hal senada dikatakan Haryanto, S.E, S.Pd salah satu dosen Unindra program studi (Prodi) Ekonomi yang ikut dalam kegiatan wisata kebinekaan menyebutkan, kegiatan semacam ini merupakan kegiatan yang kedua kalinya, sebelumnya telah dilakukan dengan mengunjungi museum perjuangan yang ada di Kota Jakarta. “Kegiatan semacam ini merupakan kegiatan untuk yang kedua kalinya. Sebelumnya telah dilakukan dengan mengunjungi Museum Perjuangan,” terangnya.

Turut serta dalam kegiatan ini, para dosen-dosen yang tergabung dalam PPKN yang tujuannya untuk memahami secara langsung objek-objek sejarah dan tempat-tempat Ibadah yang ada negara ini.

“Yang biasanya cuma hanya tau dan dilihat dari luar saja, namun tidak tahu isi dalamnya. Dengan wisata kebhinekaan ini, para dosen dan mahasiswa menjadi tahu. “Kegiatan semacam ini cukup positif, sehingga kita menjadi tahu,” tuturnya.

Penting sekali diterapkan kepada Mahasiswa untuk mengetahui bagaimana cara bertoleransi beragama,bagaimana kita melihat NKRI dalam kemajemukannya.

Kegiatan ini menjadikan tambahnya wawasan dan sikap kebhinekaan kita. Sehingga mempererar rasa dan sikap bersatu.

 

 

“Para dosen harus mengetahui secara jelas objek objek wisata yang memiliki nilai tinggi secara langsung dilapangan, sehingga ketika memberikan bimbingan kepada mahasiswa tidak hanya verbal tapi secara kita sudah tau apa yang kita bicarakan.

“Pelaksanaan wisata kebhinekaan ini merupakan keinginan bersama-sama terutama dosen-dosen yang tergabung dalam juusan PPKN tentunya perjalanan ini sangat menyenangkan” jelasnya.

Dikatakannya, Momen seperti ini sangat jarang, bisa untuk bersama-sama menikmati objek-objek keagamaan, maupun objek sejarah, dimana selama ini kita hanya bisa melihat dari luar saja, dengan wisata bhineka kita menjadi tahu apa yang ada didalam objek terbut.

“Yang lebih menarik lagi dalam kegiatan ini adalah tidak bersifat formal, sehingga kesan kekeluargaannya tertanam dalam kegiatan hari ini.” kata Haryanto.

Diharapkannya, kegiatan semacam ini dapat menggugah hati para mahasiswa dalam memgetahui dan mencintai keberagaman Agama serta Budaya, Suku secara langsung yang ada di NKRI ini.

“Kegiatan semacam ini harus tetap di lakukan sebagai motivasi memberikan wawasan kepada para mahasiswa, tentunya dengan mengunjungi lebih banyak lagi objek-objek sejarah yang ada di NKRI ini.

“kegiatan ini bukanlah kegiatan yang diharuskan diikuti oleh mahasiswa, akan tetapi kegiatan ini memberikan ruang kepada mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu terhadap kecintaannya pada nilai keberagaman yang ada di Indonesia ,” Paparnya.

 

 

Haryanto menambahkan, Keikutsertaan mahasiswa saat ini merupakan keinginan indinvidu tanpa diharuskan. “kegiatan ini dilakukan dimana mahasiswa baru saja selesai menyelesaikan UTS.” jelas Haryanto.

Salah seorang Mahasiswi Unindra Refahesti Harnumiagi jurusan Pendidikan Bahasa Ingris Semesater 4 mengatakan , Kegiatan wisata kebhikenaan merupakan kegiatan cukup positif dan sangat di butuhkan oleh mahasiswa. “Kegiatan semacam ini sangat positif sekali, kami sebagai mahasiswa sangat membutuhkannya, sehingga menambah wawasan bagi kami,” sebut Refehesti.

Dikatakannya, kegiatan seperti ini diharapkan untuk terus dilakukan, sebagai generasi penerus bangsa ini, kami sangat membutuhkan pengetahuan tentang sejarah dan keberagaman. “Diharapkan kegiatan semacam ini untuk tetap dilaksanakan, agar wawasan semangkin bertambah terutama tentang sejarah,dan kebhinekaan,” ucapnya.

Fitrianing Wulandari Mahasiswi Unindra jurusan Bahasa Ingris menambahkan, sangat senang dapat mengikuti kegiatan wisata kebhinekaan itu, sehinga menjadi tahu akan keberagaman dan bangga dengan Negara Indonesia. “Senang banget bisa ikut dalam kegiatan ini, meskipun harus berjalan menempuh lokasi tempat ibadahnya, namun merasa puas bisa tahu secara langsung,” ucapnya.

 

 

Fitri menambahkan, Selain pengetahuan didapat, yang tidak dapat terlupakan adalah pengalaman. “Banyak sekali pengetahuan yang didapat, dan yang paling keren itu adalah pengalamannya,” katanya mengakhiri.

Sementara dalam pantauan Media ini,menyaksikan kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa dan dosen itu,dimulai dari Mesjid Istiqlal lalu ke Gereja Katedral dilanjutkan ke Pura Tri Shakti dan Klenteng Sin Tek Bio diakhiri di Gereja Pantekosta di INdonesia bagian Barat (GPIB)PNIEL dengan berjalan kaki. Adapun dosen Unindra yang ikutserta dala Wisata Kebhinekaan itu diantaranya, Sanusi, Harianto, Moelyadi, Santyo, Zainal Arifin, H Masri, Maman Paturohman, Wiriadi Sutrisno, Soedarti, Sumiah, Ida Karim, Cecilia, Myta, Bea Julia dan sebagai Koordinator, Santyo. Kegiatan Wisata Kebhinekaan penuh nuansa kekeluargaan, dengan mengesampingkan perbedaan antara Suku, Agama dan Ras yang ada, dengan mengutamakan kebersamaan dalam keragaman satu dengan lainnya.

 

Sumber Berita

Editor Berita : Markominfo Unindra.